INDOSatu.co – LAMONGAN – Didampingi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan sidak ke Pintu Air Kuro, Sabtu (7/3). Dalam kunjungannya, Wagub Emil sempat merespon kekhawatiran warga terkait kurang optimalnya pengoperasian pompa pembuangan air dalam penanganan banjir di Lamongan.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Emil mengungkapkan bahwa saat ini telah dilakukan aktivasi pompa permanen hingga pukul 22.00 WIB dan pompa mobile hingga pukul 24.00 WIB.
“Sempat ada keresahan warga karena operasi pompa menimbulkan kebisingan, tetapi warga bisa memaklumi. Yang sempat protes akhirnya tahu bahwa ini penanganan untuk banjir. Mereka justru ikhlas bahwa gangguan suara ini untuk menolong saudaranya,” kata Emil.
Emil mengaku sudah melihat master plan Kementerian PU bahwa ada jalur untuk melimpahkan air langsung ke laut yang disebut floodway (jalur banjir) dengan kapasitas 640 meter kubik dan dengan optimalisasi bisa menjadi 1.000 m meter kubik.
Namun, kata Emil, bahwa kapasitas hari ini hanya mampu maksimal 400 meter kubik, sehingga perlu dibahas lebih lanjut dengan Kepala BBWS. Tidak hanya itu, diterangkan Emil, bahwa saat ini di Kuro sudah terdapat tiga pompa permanen Pemprov Jatim dengan total kapasitas 6000 liter/detik, dua pompa Balai Brantas total 2000 liter/detik, pompa Pemkab Lamongan kapasitas 500 liter/detik, dan pompa mobile satu unit kapasitas 500 liter/detik.
“Semua total ditambah yang di Melik 11 meter kubik idealnya kita punya 50 meter kubik, tapi tentu yang ada kalau tidak dioperasikan malah tinggi airnya. Genset juga, pada Mei nanti, estimasi akan berganti menjadi listrik, sehingga tidak ada kendala kesulitan solar. Kendala suara yang terlalu bising atau genset yang rusak, ditambah rencana Waduk Jabung dan Bendungan Karangnongko, selain untuk mengatasi banjir, juga kekeringan,” imbuhnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa untuk optimalisasi Floodway, Pemkab Lamongan akan terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.
“Apa yang disampaikan oleh Pak Emil tadi adalah langkah-langkah jangka pendek yang hari ini bisa kita tambahkan untuk mengeluarkan air di sini. Untuk efektivitas nanti akan kita komunikasikan. Sebagai peringatan pula, jangan lupa bahwa nanti kita akan juga menghadapi kemarau panjang, sehingga semuanya perlu diantisipasi secara seimbang,” pungkas Bupati Yuhronur. (*)




