INDOSatu.co – LAMONGAN – Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 457 tahun Kabupaten Lamongan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama masyarakat menggelar salat hajat dan sujud syukur pada malam Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 di Masjid Agung Lamongan, Senin (25/5) malam ini.
“Hari ini menjadi pengingat bagi kita semua atas perjuangan para pendahulu dalam membangun Lamongan. Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, Lamongan terus berkembang dan semakin baik,” kata Bupati Yuhronur.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa pelaksanaan salat hajat dan sujud syukur ditujukan untuk memohon keberkahan, kemajuan daerah, dan kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini menjadi pengingat bagi kita semua atas perjuangan para pendahulu dalam membangun Lamongan. Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, Lamongan terus berkembang dan semakin megilan (terbaik),” tutur Pak Yes.
Selanjutnya, orang nomor satu di Kota Soto itu menjelaskan bahwa tepat pada hari ini, 457 tahun lalu, Ronggo Hadi diwisuda oleh Sunan Giri untuk menjadi ronggo di Lamongan dan selanjutnya bergelar Tumenggung Surojoyo. Momentum tersebut menjadi awal berdirinya Kabupaten Lamongan.
Pak Yes menambahkan, sosok Mbah Lamong atau Ronggo Hadi merupakan figur yang memberikan keteladanan bagi masyarakat Lamongan, terutama dalam hal kepemimpinan, pengabdian, dan perjuangan untuk masyarakat.
“Semangat Mbah Lamong harus terus hidup dan menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Lamongan yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Lamongan bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghadirkan spirit dalam meneruskan jejak kepemimpinan Ronggo Hadi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lamongan.
Pada Hari Jadi Lamongan ke-457 tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengusung tema “Tumbuh Bersama, Mewujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial”. Tema ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh masyarakat dalam memajukan Lamongan menuju masa depan yang semakin sejahtera dan tangguh. (*)






