Jungkalkan Rezim Maduro, AS Kini Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela

  • Bagikan
TIDAK BERSAHABAT: Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Nicolas Maduro yang hingga kini telah diamankan di salah satu penjara di Amerika Serikat.

INDOSatu.co – WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) benar-benar sukses mengangkangi Venezuela. Setelah sukses menggulingkan presiden Venezuela Nicolas Maduro, AS kini menguasai energi cadangan minyak milik negeri di Amerika Selatan tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa Washington telah menyelesaikan kesepakatan dengan Venezuela untuk mengamankan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti.

“Amerika Serikat baru saja menandatangani perjanjian dengan negara Venezuela mengenai kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia,” tulisnya di platform media sosialnya, Truth Social dilansir Anadolu Agency, Sabtu (29/8).

Trump memuji Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth karena bekerja sama dengan Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Rodriguez menjabat sebagai presiden sementara pada Januari setelah operasi militer AS menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Baca juga :   Jika AS Kirim Pasukan Darat, Panglima Militer Iran: Tak Satu pun Yang Selamat

Trump menegaskan bahwa, kesepakatan itu dicapai melalui kemitraan dengan industri swasta dan tidak akan membebani wajib pajak Amerika. Ia mengklaim transaksi tersebut melipatgandakan cadangan minyak AS yang ada dan akan “menurunkan harga bensin secara signifikan” bagi warga Amerika dalam jangka panjang, sekaligus mendorong kemakmuran di negara Amerika Selatan tersebut.

Kesepakatan itu akan memperkuat hubungan yang berkembang pesat antara Washington dan Caracas (ibukota Venezuaela). Menlu AS Rubio mengatakan, kesepakatan itu adalah “kemenangan besar” bagi kedua negara, dan akan membawa hampir 100 miliar dolar AS investasi swasta ke Venezuela.

Sedangkan Rodriguez menyebut kesepakatan itu sebagai “tonggak sejarah” yang akan menjadi katalis bagi kebangkitan bangsa. Dalam sebuah pernyataan, Rodriguez mengatakan, inisiatif ini merupakan hasil langsung dari penguatan hubungan dengan Washington dan akan memfasilitasi aliran modal besar-besaran untuk pemulihan dan rekonstruksi infrastruktur strategis di industri hidrokarbon.

Baca juga :   Setelah Vatikan, Dukungan Muktamar Internasional R-20 Datang dari Liga Muslim Dunia

Rodriguez mengatakan, kesepakatan itu mencakup pengembangan 17 ladang strategis dengan potensi terbukti sebesar 65 miliar barel. Ia memperkirakan kesepakatan itu akan mengamankan investasi lebih dari 100 miliar dolar AS dan menghasilkan lebih dari 209 miliar dolar AS dalam bentuk pajak bagi negara.

Pemimpin sementara Venezuela itu menegaskan, kontribusi tersebut akan meningkatkan keamanan energi di belahan bumi dan memberikan keseimbangan yang lebih besar di pasar internasional. 

Sebelumnya, Washington Post melaporkan bahwa pemerintah menargetkan kepemilikan saham di 17 ladang minyak tertentu, beberapa di antaranya telah mengalami bertahun-tahun pengabaian dan kekurangan infrastruktur transportasi yang diperlukan.

Baca juga :   Bersebrangan dengan AS, Australia Susul Akui Palestina Negara Merdeka

Menurut laporan tersebut, pengalihan kendali sumber daya alam ke Washington mungkin memerlukan perubahan pada Konstitusi Venezuela karena adanya penentangan kuat di dalam negeri.

Terlepas dari upaya pemerintah untuk menarik investasi dalam status quo pasca-Januari, produksi minyak Venezuela hanya meningkat sekitar 200.000 barel per hari dalam setahun terakhir, menurut The Washington Post.

Iran sebenarnya juga ditarget akan di-Venezuela-kan oleh AS. Namun, upaya AS tidak berhasil. Iran terlalu tangguh buat AS dan Teheran juga mampu membaca peta kekuatan militer AS yang terus melemah secara militer dan usang.

Sementara itu, Iran justru sudah jauh hari mempersiapkan diri dan memperkuat militernya dengan produksi senjata dalam negeri, meski negara tersebut diembargo secara ekonomi dalam jangka panjang. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *