MBG Terus Jadi Sorotan Media Sosial, Sudaryono Ngaku Jengkel

  • Bagikan
LURUSKAN MASALAH: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyikapi sorotan publik yang terus menilai miring program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program andalan Presaiden Prabowo Subianto.

INDOSatu.co – JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono jengkel juga ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disorot miring oleh warganet di media sosial. Sebab, tidak sedikit warganet yang menganggap itu menghabiskan anggaran negara.

“Saya gemes juga tuh lihat apa, komentar di sosial media, seolah-olah kan MBG ini ngabisin anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang, ini kurang, itu kurang,” kata dia saat konferensi pers di Gedung BGN, Jumat (31/7).

Menurut dia, program MBG yang dijalankan pemerintah hari ini tidak serta merta membuat berbagai program pembangunan berhenti. Justru, pembangunan tetap menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo.

Sudaryono mengungkapkan, saat ini ada sejumlah pihak yang menuduh program MBG membuat pupuk menjadi langka. Padahal, pemerintah hari ini diklaim tetap memberikan meningkatkan volume pupuk, termasuk memberikan diskon, meski program MBG berjalan.

Baca juga :   PD Moeldoko: Keputusan PN Jadi Pintu Masuk Menangi PTUN

Tak hanya itu, ia juga mencontohkan bahwa selama ini banyak jaringan irigasi yang mengalami kerusakan. Kondisi itu disebut sudah terjadi sejak sebelum adanya program MBG.

“Terus sekarang ada MBG, sudah diambil untuk MBG, sekarang ada revitalisasi irigasi 12 T, 14 T, 14 T sampai dengan 5 tahun ini diberesin semua,” kata Sudaryono.

Mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu juga menyoroti kondisi sekolah rusak yang dikaitkan dengan program MBG. Padahal, kasus sekolah rusak sudah banyak ditemukan sebelum program MBG berjalan.

“Dulu nggak ada MBG, kan sekolah itu ada yang rusak, bolong, apa semua. Itu kan nggak karena terus kemudian Pak Prabowo jadi presiden, ada MBG, terus sekolahnya mendadak jadi rusak. Kan nggak. Dulu ke mana?” ujar dia.

Baca juga :   Didukung Ratusan Pengacara, Anies-Gus Imin akan Hadiri Sidang PHPU Perdana di MK

Apabila logika itu yang digunakan, menurut dia, berbagai sekolah rusak itu mestinya sudah diperbaiki. Dengan begitu, tidak ada lagi sekolah yang mengalami kerusakan hari ini.

Meski begitu, Sudaryono mengeklaim, pemerintah hari ini tetap berupaya untuk membenahi sekolah rusak. Meski program MBG berjalan, ia mengeklaim, pada tahun lalu sudah ada 16 ribu sekolah rusak yang diperbaiki oada 2025. Perbaikan juga rencananya akan dilakukan untuk 90 ribu sekolah pada tahun ini.

Ia juga mengambil contoh dari kasus guru honorer yang belum mendapatkan gaji layak. Menurut dia, hal itu telah terjadi sejak sebelum adanya MBG.

Baca juga :   BGN Tutup 833 SPPG, Sudaryono: Melanggar, Mereka Tidak akan Dibayar

“Bahkan oleh Pak Presiden kan sudah dipastikan sampai dengan 2 juta ya kan gitu. Dulu kan nggakNah sekarang ada MBG, katanya dipotong untuk MBG, sekarang kita benahi semua,” ujar dia.

Ia memastikan, pemerintah akan berupaya mengatasi seluruh masalah yang ada di lapangan. Menurut dia, berjalannya program MBG tidak menjadi alasan pemerintah mengabaikan sektor lainnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak tidak selalu mengaitkan masalah yang terjadi hari ini dengan program MBG. Pasalnya, pemerintah terus berupaya melakukan pembangunan, termasuk membangun jembatan penghubung di berbagai desa. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *