Lakukan Pencarian Speed Boat yang Bawa Jurnalis, Hasilnya Masih Nihil

  • Bagikan
SISIR LOKASI: Petugas Tim SAR terus melakukan pemantauan dengan cara menyisir lokasi yang menjadi lokasi hilangnya 5 jurnalis foto saat melakukan peliputan erupsi anak gunung Krakatau. (foto: SAR).

INDOSatu.co – JAKARTA – Pencarian speed boat Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda memasuki hari ke-10 pada Kamis (17/9). Akan tetapi, hingga saat ini, hasil pencarian terhadap delapan orang yang ada di speed boat tersebut, termasuk lima jurnalis foto, masih belum juga membuahkan hasil.

Pengakuan tersebut disampaikan Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto. Rizky mengatakan, pihaknya memperluas area pencarian pada hari ke-10 dengan luas wilayah pencarian mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi.

Pencarian dilakukan dengan membagi wilayah menjadi 10 sektor yang melibatkan 24 kapal dan 523 personel dari berbagai unsur SAR.

“Untuk hari ini luas area pencarian kita luas area pencarian H+3 dari masa perpanjangan itu di 8.509 NM persegi. Untuk alut yang kita gunakan 24 unit,” kata dia, Kamis (17/9).

Baca juga :   Ketua DPD RI Minta Pekerja Migran Indonesia Dilindungi Hukum

Area pencarian terluas berada di Sektor C dengan luas 3.380 NM persegi, dengan menggunakan KRI Blucer dan KRI Dewa Kembar untuk menyisir wilayah yang memasuki Samudera Hindia, mulai dari sebelah barat Belimbing hingga perairan selatan Pulau Enggano.

Sementara itu, wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau juga tetap menjadi bagian dari pencarian. Sektor G mencakup area seluas 316 NM persegi di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, dan Pulau Sibuku.

Baca juga :   Uji Materi Suara Kosong Pilkada Sore Hari Ini Telah Didaftarkan di Mahkamah Konstitusi

Pencarian tidak hanya dilakukan di laut. Tim SAR gabungan juga tetap melakukan penyisiran di daratan, khususnya wilayah pesisir Carita hingga Pantai Anyer. “Untuk penyisiran darat tetap kita lakukan di Carita sampai ke pantai Anyer,” ujar Rizky.

Selain mengandalkan kapal-kapal pencari, unsur udara juga tetap disiagakan. Helikopter HR 3604 dari satuan udara pencarian dan pertolongan berada dalam posisi siaga di Bogor untuk memantau kondisi cuaca dan jarak pandang. Helikopter akan digunakan apabila kondisi memungkinkan dan dibutuhkan dalam operasi.

Basarnas juga menerima sejumlah laporan dari masyarakat selama pencarian. Namun, informasi tersebut telah ditindaklanjuti dan hasilnya masih nihil. “Untuk terkait informasi yang masuk dari masyarakat, ya ada beberapa informasi dan sudah kita tindak lanjuti yang hasilnya masih nihil,” kata Rizky.

Baca juga :   Besok, Pemerintah Umumkan Nasib PPKM Level 4

Ia menambahkan, Basarnas juga mengirimkan e-broadcast ke kapal yang melintas di perairan Selat Sunda. Namun, informasi dari kapal lain masih nihil meski penyebaran pemberitahuan telah dilakukan selama operasi pencarian.

Diketahui, lima jurnalis foto tersebut dilaporkan hilang kontak saat bertugas mengambil dokumentasi kondisi Gunung Anak Krakatau. Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). Selain kelima jurnalis, speed boat tersebut juga membawa kapten kapal, ABK, dan seorang guide. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *