Di Forum BRICS, Menlu Araghchi: Iran Tidak Menyerah dan Siap Tempur

  • Bagikan
SAMBUTAN HANGAT: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (tiga dari kiri) disambut pejabat India saat tiba di India dalam pertemuan Menlu anggota BRICS di New Delhi (foto: Al Mayadeen)

INDOSatu.co – NEW DELHI – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Iran tidak akan pernah menyerah meskipun menjadi korban provokasi perang. Rakyat Iran justru lebih kuat dan bersatu meski di bawah tekanan. Statemen tersebut disampaikan Araghchi pada Kamis (14/5).

Dilansir Al Mayadeen, saat berbicara dalam pertemuan para menteri luar negeri BRICS, Araghchi mengatakan bahwa Iran adalah korban dari hasutan perang, tetapi Iran belum dan tidak akan menyerah.

Araghchi menekankan bahwa rakyat Iran telah berani menghadapi konspirasi musuh, mencapai keadilan dan kemerdekaan, serta mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah mereka.

Araghchi mengatakan, dunia tahu bahwa Iran tidak terkalahkan. Iran menjadi lebih kuat dan lebih bersatu meski di bawah tekanan. Ia menyatakan bahwa Teheran siap bertempur dengan segenap kekuatan untuk membela kebebasan dan tanah air, sambil tetap siap untuk melakukan diplomasi.

Baca juga :   Tolak Tawaran Trump, Menlu Iran: Tak Ada Rencana Apapun dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan posisi Iran dalam perang AS-Israel terhadap Iran adalah untuk membela semua anggota dan untuk membela dunia baru yang sedang dibangun.

Araghchi juga menyatakan apresiasi atas dukungan BRICS selama ini. Ia mengatakan perlu untuk mengakhiri rasa superioritas dan impunitas Amerika Serikat dan menyerukan kerja sama dalam menghadapi hegemoni.

Ia juga menuduh negara-negara Barat mengabaikan ajakan genosida, pelanggaran kedaulatan negara, dan pembajakan terbuka di perairan internasional, dan menghubungkan hal ini dengan rasa superioritas yang keliru.

Araghchi mendesak anggota BRICS untuk mengutuk pelanggaran hukum internasional oleh Amerika Serikat dan Israel, dan menyerukan upaya untuk mencegah politisasi lembaga internasional dan untuk mengakhiri impunitas para pelanggar Piagam PBB.

Baca juga :   Dibantu Arab Saudi Rp 59 Triliun, PM Khan Ucapkan Terima Kasih

Araghchi tiba di New Delhi pada Rabu malam, menandai kunjungan pertamanya ke India sejak pecahnya perang AS-Israel di Iran pada 28 Februari. Perang dan krisis energi yang ditimbulkannya diperkirakan akan membayangi agenda formal BRICS tentang reformasi multilateral dan kerja sama Global Selatan.

Menjelang KTT tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menggambarkan keanggotaan Teheran dalam BRICS sebagai pilihan strategis untuk memperkuat multilateralisme sejati.

Ia berpendapat bahwa kelompok tersebut dapat berfungsi sebagai platform untuk kerangka perdagangan independen dan hubungan keuangan yang lebih dalam di antara negara-negara anggota.

Gharibabadi menambahkan bahwa, BRICS menawarkan mekanisme untuk mengurangi ketergantungan pada apa yang disebutnya sebagai “mekanisme diskriminatif dan unilateral” yang dipaksakan oleh AS.

Menlu Indonesia Sugiono (kanan) disambut hangat pejabat India saat tiba di New Delhi untuk menghadiri pertemuan menlu BRICS.

Ia memaparkan sumber daya energi Iran, jaringan transportasi, dan posisi geografisnya sebagai kontribusi langsung terhadap tujuan blok tersebut dalam hal konektivitas regional dan ketahanan ekonomi.

Baca juga :   Belum Putuskan Negosiasi, Araghchi: Trump Harus Santun dengan Iran

Iran adalah salah satu dari sebelas negara anggota BRICS, bersama dengan Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, dan Uni Emirat Arab. Pertemuan dua hari tersebut dibuka pada hari Kamis di pusat konvensi Bharat Mandapam di New Delhi, dipimpin oleh Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Ronald Lamola dari Afrika Selatan, dan Mauro Vieira dari Brasil juga hadir. China mengirim duta besarnya ke India, bukan Menteri Luar Negeri Wang Yi, yang tetap berada di Beijing untuk kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump. Indonesia juga mendelegasikan Menlu Sugiono di forum tersebut. (*) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *