Peduli Sungai, Bupati-Wabup Sambut Tiga Pelari Bersaudara asal Prancis

  • Bagikan
PEDULI LINGKUNGAN: Bupati Setyo Wahono, Wabup Nurul Azizah dan jajaran Forkopimda Bojonegoro lari bersama tiga pelari asal Prancis sebagai bagian dari kampanye peduli sungai dari Bali hingga Jakarrta.

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Kedatangan tiga pelari “River Run” asal Prancis di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendapat sambutan hangat dari Bupati Setyo Wahono, Wabup) Nurul Azizah dan jajaran Forkopimda Bojonegoro di halaman Gedung Putih, Pemkab Bojonegoro, Rabu (22/4) pagi.

Ketiga pelari tersebut adalah Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, co-founder Sungai Watch, yang tengah mengampanyekan pelestarian sungai melalui aksi “River Run” dari Bali menuju Jakarta sejauh kurang lebih 1.200 kilometer.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada para pelari beserta rombongan. Ia menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan sungai merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup yang selama ini telah dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga :   Gathering Media, Bupati Wahono: Jangan Sungkan Kritik demi Kebaikan

“Menjaga kebersihan sungai adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Permasalahan utama yang kita hadapi adalah pencemaran dan sampah. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan sungai kita,” ujarnya.

Bupati juga menambahkan bahwa kegiatan lari yang dikemas dalam kampanye lingkungan ini menjadi contoh positif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga :   Sambut Idul Adha 1445 H., Ketersediaan-Kesehatan Hewan di Lamongan Aman

Usai penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan lari bersama dari halaman Gedung Putih menuju Taman Bengawan Solo (TBS). Setibanya di lokasi, rombongan melakukan aksi korve atau kerja bakti membersihkan area sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo dan kawasan taman.

Selain itu, ketiga pelari juga berkesempatan menaiki perahu tradisional bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dengan menggunakan perlengkapan keselamatan berupa pelampung.

Gary Bencheghib menjelaskan, bahwa misi utama River Run tidak sekadar berlari jarak jauh, melainkan untuk mengidentifikasi titik-titik sungai paling tercemar di Pulau Jawa serta membangun kolaborasi lintas daerah dalam penanganannya.

Baca juga :   Gelar Yak Yuk 2022, Jadi Promotor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Lamongan

“Kami ingin mengetahui sungai mana yang paling membutuhkan perhatian. Harapannya, data dan temuan ini dapat disampaikan hingga ke tingkat pusat, termasuk ke Istana Negara,” jelas Gary.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai semakin meningkat, serta mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *