Prabowo Rogoh Kocek untuk Ujicoba MBG, Dasco: Agar APBN Tidak Boros

  • Bagikan
BERI JAMINAN: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyikapi segera direvisinya RUU Pemilu yang akan dibahas secara transparan dan hati-hati agar tidak samapai digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

INDOSatu.co – JAKARTA – Tak salah ungkapan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bahwa pemimpin yang paling ikhlas pada rakyat itu adalah Prabowo. Ucapan Gus Dur tersebut tidaklah berlebihan jika melihat kiprah Prabowo selama ini. Sebagai pemimpin, Prabowo memang sangat loman (selalu memberi, Red).

Sikap loman Prabowo malah semakin masif ketika menjabat sebagai presiden. Dalam ujicoba program Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, Prabowo harus merogoh koceknya sendiri agar kegiatan tersebut tetap berlangsung.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa penggunaan dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dalam tahap uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah yang tepat untuk menghindari pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga :   Banyak Jamaah Wafat, Timwas Haji DPR: Perlu Investigasi Total

Menurut Dasco, karena program ini masih dalam tahap uji coba, pendanaan dari dana pribadi tidak menjadi masalah.

“Nah, karena kita ingin begitu APBN turun, program berjalan dengan lancar, sehingga tidak ada pemborosan APBN. Maka, di beberapa titik itu menggunakan dana pribadi. Namanya uji coba kan belum program resmi, sehingga menurut saya tidak ada masalah kalau dibiayai seperti itu,” ujar Dasco kepada wartawan, Selasa (14/1).

Baca juga :   Terkait Pilkada Jakarta 2024, Dasco: KIM Plus Usung Ridwan Kamil

Dasco juga mengungkapkan bahwa, dana pribadi Prabowo tidak sepenuhnya digunakan untuk mendanai uji coba program ini. Sebagian pendanaan berasal dari kontribusi para pendukung dan simpatisan yang mendukung inisiatif tersebut.

“Tidak semua pembiayaan uji coba ini berasal dari Pak Prabowo. Banyak simpatisan dan pendukung yang bergotong royong secara swadaya untuk mendukung pelaksanaan di beberapa daerah. Kalau itu dilakukan dalam batas kemampuan, ya tidak perlu meminjam,” jelas politisi Partai Gerindra ini.

Meski uji coba masih berlangsung, Dasco mengakui bahwa terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaannya. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut wajar dan menjadi peluang untuk melakukan evaluasi serta perbaikan sebelum program resmi dijalankan dengan dana APBN.

Baca juga :   Demi Kualitas Generasi Penerus yang Lebih Baik, Cegah Pernikahan di Bawah Umur

“Hal ini justru berguna sebagai bahan evaluasi agar ke depan ada perbaikan di mana pun yang kurang. Dengan begitu, pelaksanaan program makan bergizi gratis ini bisa lebih optimal,” tutup Dasco.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu inovasi pemerintahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan tetap mengedepankan efisiensi anggaran tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaannya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *