Sampaikan Duka Mendalam, Anies Berharap Laka di Bekasi Tak Terulang

  • Bagikan
SAMPAIKAN DOA: Tokoh nasional Anies Baswedan memberi perhatian atas insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. (foto: tangkapan layar)

INDOSatu.co – JAKARTA – Insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) mengusik hati tokoh nasional Anies Baswedan. Anies menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Berduka mendalam mendengar kabar kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Menurut informasi terakhir, peristiwa ini telah merenggut 14 nyawa dan melukai puluhan korban lainnya,” kata Anies dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa (28/4).

Anies mengaku diliputi rasa sesak ketika mendengar bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan, terlebih saat membaca kesaksian dari orang-orang yang mengenal para korban.

Menurut Anies, ada sejumlah prioritas yang perlu diperhatikan. Pertama, penanganan para korban, evakuasi, dan penyelamatan menjadi prioritas utama saat ini. Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu juga mengapresiasi para petugas yang bekerja di lokasi kejadian, mulai dari tim SAR gabungan, kepolisian, petugas KAI, aparat Pemda setempat, hingga tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani para korban.

Baca juga :   Komisi III DPR RI Dukung Kepolisian Serius Proses Hukum Oknum Peneliti BRIN

Ia mendoakan agar petugas yang tengah berjibaku membantu korban kecelakaan diberi kekuatan untuk bekerja lugas dan tuntas, sehingga beban para korban beserta keluarga bisa terus berkurang.

Kemudian, operasional stasiun dan lintasan perlu segera berangsur normal agar warga lain yang harus menjalani aktivitas hariannya tidak ikut terganggu.

“Apresiasi dan dukungan kembali kita sampaikan kepada semua pihak yang bekerja keras memulihkan layanan publik, baik jajaran KAI, aparat Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat yang turun menangani,” ujarnya.

Baca juga :   Tenang Sikapi Quick Count, Anies Baswedan: Hasil Pemilu Belum Selesai

“Juga Pemda sekitar dan pihak-pihak lain yang ikut membantu, seperti TransJakarta yang telah menyediakan shuttle tambahan sebagai pengganti layanan kereta yang terhambat pun patut mendapat apresiasi yang sama,” tambah Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menegaskan, peristiwa ini dapat menjadi perhatian serius untuk dilakukan investigasi dan evaluasi secara menyeluruh. Upaya tersebut bukan semata-mata untuk mencari pihak yang paling bertanggung jawab, melainkan untuk memahami secara utuh faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan terjadi.

Evaluasi dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang baik di Bekasi maupun di daerah lain.

Lebih lanjut, Anies menilai, banyak hal yang masih bisa diperbaiki, mulai dari praktik internal armada taksi, pengelolaan perlintasan tidak resmi oleh Pemda, hingga sistem peringatan dini yang lebih efektif bagi kereta terhadap gangguan pada lintasan.

Baca juga :   Indo Riset Rilis Hasil Survei. Pasangan Anies-AHY Jadi Pemenang, Kalahkan Ganjar-Erick

Ia meminta agar PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI belajar dari industri penerbangan dunia yang konsisten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kecelakaan, lalu menjadikan hasilnya sebagai bahan perbaikan standar yang berlaku global.

“Kecelakaan ini terlalu mahal harganya untuk tidak menjadi pelajaran bagi perbaikan ke depan,” terangnya.

Terakhir, Anies mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban yang gugur agar diterima di sisi terbaik Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta para korban luka segera dipulihkan kesehatannya

“Mari sama-sama mendoakan para korban beserta keluarganya, sekaligus memberi dukungan kepada para aparat yang sedang menuntaskan penanganan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *