Singgung Perilaku Eksportir, Prabowo: Jual SDA, Tapi Duitnya Disimpan di LN

  • Bagikan
SENTIL EKSPORTIR: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat acara Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5).

INDOSatu.co – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyinggung para eksportir hasil sumber daya alam (SDA), dari sawit hingga batu bara, namun sayangnya devisa hasil ekspor (DHE) tersebut justru disimpan di luar negeri (LN). Padahal, dana tersebut dibutuhkan untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

“Jadi, hampir setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, kelapa sawit kita diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Batu bara kita dijual, diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia,” kata Prabowo saat berpidato dalam agenda Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5).

Menyikapi fenomena tersebut, pemerintahannya mewajibkan agar penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Kewajiban Penyimpanan Devisa Hasil Ekspor SDA di Dalam Negeri.

Baca juga :   Dikunjungi Anwar Ibrahim, Prabowo: Indonesia-Malaysia Dukung Palestina Merdeka

Menurut Presiden, apabila tidak ada aturan ini, maka kekayaan dalam negeri hanya akan habis dijual tanpa memberikan nilai tambah bagi negara. Begitu juga dengan hasil kekayaan alam Indonesia lainnya, seperti timah dan juga emas.

”Semua diekspor, namun hasilnya tidak pernah kembali ke dalam negeri.” kata mantan Danjen Kopassus itu.

Karena itu, kata Presiden, menyikapi fenomena tersebut, pemerintah memutuskan membuat kebijakan wajib simpan DHE hingga hilirisasi di dalam negeri.

“Saya tidak akan panjang lebar, tapi ini semua adalah bukti kepada rakyat dan saya kira untuk hari-hari yang akan datang juga. Kita akan terus memberi memberi bukti ke rakyat dan akan melaporkan ke rakyat langkah-langkah yang kita ambil,” tegasnya.

Baca juga :   Jamin Hidup Keluarga Korban, Presiden Minta Maaf atas Tewasnya Pengemudi Ojol

Prabowo juga mengonfirmasi bahwa pemerintahannya akan berpihak kepada rakyat dan mengambil langkah tegas atas segala tindakan kecurangan. Presiden ingin membuat Indonesia bangkit hingga membuat dunia kaget akan capaian tanah air.

“Kita akan buktikan ke rakyat sampai tahun depan, saya kira dunia akan kaget bangkitnya bangsa Indonesia. Kita jangan euforia, kita tidak boleh sombong. Ilmu nenek moyang kita, kita semakin berisi semakin menunduk. Jangan takut diancam, jangan takut dihina, jangan takut difitnah. Kita ditakuti karena kita menegakkan kebenaran dan keadilan,” katanya.

Baca juga :   Tata Kelola Harus Diawasi Ketat, Anies: Jangan Malu Katakan Bencana Nasional

Data yang dihipun dari berbagai sumber tepercaya, menyebutkan, nilai ekspor sawit nasional Indonesia pada 2025 sekitar 35,87 miliar dolar AS atau sekitar Rp 590 triliun atau naik sekitar 29,23 persen dibanding 2024 yang sebesar 27,76 miliar dolar AS.

Kemudian, nilai ekspor batu bara Indonesia sepanjang 2025 sekitar 24,48 miliar dolar AS atau sekitar Rp 409–411 triliun. Angka itu, turun sekitar 19,7 persen dibanding pada 2024 yang mencapai sekitar 30,49 miliar dolar AS.

Dari sisi volume, ekspor batu bara Indonesia mencapai sekitar 390,9 juta ton selama 2025, juga turun sekitar 3,6 persen dibanding tahun sebelumnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *