Sorot Pernyataan Budi Arie, Waketum Golkar: Upaya Adu Domba Prabowo dan Jokowi

  • Bagikan
STATEMEN RISKAN: Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham menyikapi statemen Budi Arie terkait percepatan Pemilu sebelum 2029.

INDOSatu.co – JAKARTA – Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan terjadinya “percepatan” Pemilu 2029 terus menuai sorotan. Kali ini, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham mengkritisi statemen Budi Arie tersebut.

Idrus menilai, pernyataan tersebut semestinya tidak disampaikan karena berpotensi menimbulkan spekulasi dan memperkeruh suasana politik di Indonesia.

Bahkan, Idrus mebacanya pernyataan Budi Arie itu dapat dibaca sebagai upaya mengadu domba Presiden RI dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Idrus mengatakan, Indonesia merupakan rumah yang harus dijaga bersama.

Karena itu, kata mantan Menteri Sosial itu, setiap tokoh politik maupun masyarakat yang memiliki ruang menyampaikan pendapat harus mempertimbangkan etika demokrasi, konstitusi, serta dampak dari setiap pernyataan yang disampaikan.

“Sekali lagi, Indonesia ini adalah rumah besar yang harus kita rawat bersama. Sejatinya kita membuat pernyataan-pernyataan itu sebagai tanggung jawab kita,” kata Idrus dalam siaran pers kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/8).

Baca juga :   Penggeledahan di Ponorogo, KPK Amankan Jeep Rubicon dan BMW

Menurut dia, kebebasan menyampaikan pendapat dalam demokrasi bukan berarti seseorang dapat mengabaikan konsekuensi politik dari pernyataannya. Sebuah pernyataan, sambung Idrus, baik disampaikan secara langsung maupun tidak langsung, bisa ditafsirkan berbeda oleh publik.

“Bisa dibaca orang. Bisa ditafsirkan atau dibaca orang ini adalah mengadu domba,” ucap Idrus.

Dia menyebut, persoalan itu menjadi semakin sensitif karena pernyataan Budi Arie disampaikan di hadapan Jokowi. Dalam video yang beredar, Budi Arie menyampaikan, insting politiknya melihat kemungkinan perubahan terjadi lebih cepat dari 2029 dan kemudian menanyakan kesiapan para relawan apabila terjadi “percepatan”.

Analisis Budi Arie itu memunculkan spekulasi di ruang publik mengenai kemungkinan perubahan politik sebelum berakhirnya masa pemerintahan Prabowo berakhir pada 2029. Bagi Idrus, persoalannya bukan semata-mata apakah pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi Budi Arie atau bukan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *