Empat Kelompok Kepung DPR/MPR, Tolak-Dukung Program Prabowo

  • Bagikan
SAMPAIKAN TUNTUTAN: Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat yang datang dari berbagai kota berdemo di depan Gedung DPR/MPR. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan. Ada yang menolak dan mendukung program Pemerinatahan Presiden Prabowo Subianto.

INDOSatu.co – JAKARTA – Gedung DPR/MPR RI benar-benar dikepung massa dari berbagai elemen masyarakat, Kamis (27/8). Setidaknya empat kelompok menggelar aksi dengan tuntutan berbeda. Mulai dari desakan pengesahan RUU Perampasan Aset hingga dukungan terhadap program pemerintah.

Berbagai rangkaian aksi tersebut membuat kawasan sekitar kompleks parlemen menjadi pusat penyampaian aspirasi. Meski sama-sama turun ke jalan, setiap kelompok membawa agenda masing-masing.

Eempat kelompok yang menggelar aksi di Jakarta hari ini beserta tuntutannya. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjadi salah satu kelompok yang menggelar aksi di depan Gedung DPR RI.

AMPB membawa dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. Kedua, massa meminta agar hukuman mati diterapkan bagi koruptor.

Baca juga :   Mendagri Teken SE, Daerah Bencana Boleh Gunakan Bantuan dan Geser Anggaran

Selain dua tuntutan tersebut, AMPB juga meminta DPR memberikan pernyataan sikap secara tertulis sebagai bentuk komitmen untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Selain AMPB, kelompok berikutnya adalah Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB). Massa AMDB membawa tiga tuntutan, yakni mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, meminta penerapan hukuman mati bagi koruptor, serta mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok.

AMDB sebelumnya dijadwalkan menggelar aksi terlebih dahulu di depan Kantor DPRD Kota Depok. Setelah itu, massa bergerak ke Jakarta dan bergabung dengan aksi AMPB di depan Gedung DPR RI.

Dalam data aksi, AMDB disebut menyiapkan pengerahan sedikitnya 2.000 warga untuk mengikuti demonstrasi di Gedung DPR RI.

Sedangkan kelompok ketiga yang melakukan aksi Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM). Massa GERAM terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat sipil.

Baca juga :   UMY Tetap Unggul: Raih Peringkat ke-3 PTS Terbaik Nasional Versi Webometrics 2024

Kelompok ini membawa sedikitnya 10 tuntutan yang mencakup berbagai persoalan politik, ekonomi, sosial, hingga kebijakan pemerintah.

Salah satu tuntutannya adalah meminta mengadili Prabowo-Gibran serta meminta pertanggungjawaban politik atas kebijakan pemerintah. GERAM juga mendesak penghentian program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, mereka menyoroti kebijakan perpajakan yang dinilai menekan rakyat, meminta pendidikan dan kesehatan gratis, serta mendesak penurunan harga kebutuhan pokok dan kenaikan upah buruh.

Tuntutan lainnya mencakup penetapan bencana di NTT dan Sumatera sebagai bencana nasional, pemenuhan hak pekerja rumah tangga, penghentian pembangunan batalyon dan pelaksanaan demilitarisasi.

GERAM juga meminta penghentian kriminalisasi terhadap aktivis serta penyitaan aset koruptor untuk dialokasikan bagi pendidikan, kesehatan dan pemulihan bencana.

Baca juga :   DPR Minta Kemenlu Segera Evakuasi WNI Buntut dari Perang Terbuka Israel-Palestina

Berdasarkan data yang dihimpun, massa GERAM diperkirakan sekitar 1.000 orang dan aksi dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR RI sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, kelompok keempat yang menggelar aksi adalah Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).

RMP4 datang ke Jakarta bukan untuk menyampaikan penolakan terhadap program pemerintah. Mereka justru menggelar aksi untuk menyuarakan dukungan terhadap sejumlah program Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu program yang mereka dukung adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), program yang justru diminta dihentikan oleh GERAM. RMP4 disebut menyiapkan sekitar 500 tiket keberangkatan bagi warga Bangkalan, Jawa Timur, menuju Jakarta untuk mengikuti aksi tersebut. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *