INDOSatu.co – LAMONGAN – Sebagai upaya menghadapi perubahan musim dan mengamankan swasembada pangan, Pemerintah Pusat merealisasikan salah satu rencana aksi Pemkab Lamongan dengan memberikan bantuan Alsintan (alat dan mesin pertanian) untuk Poktan (kelompok tani) di Lamongan.
Menyerahkan secara simbolis mesin rotavator kepada tujuh Poktan Lamongan pada Kamis (11/5) di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak untuk terus bergerak menggunakan teknologi pertanian dan sistem yang lebih modern.
“Jadi, ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat setelah mempelajari dari rencana aksi yang kita buat dalam rangka menghadapi musim kering atau perubahan cuaca ekstrem yang akan datang,” kata Bupati Yuhronur kepada wartawan, Kamis (11/6).
Bantuan tersebut, kata Bupati Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan, diberikan sebanyak 108 pompa, rotavatornya ada 13, hand traktornya ada 23, irigasi perpompaan (irpom (irpom) dan irigasi perpipaan (irpip) ada 181 unit, yang nanti secara serentak akan dilakukan pemasangan di tempat-tempat untuk bisa mengambil air, terutama di daerah-daerah yang tadah hujan, kemudian juga ada kombi sementara ini baru 3,” ungkap Pak Yes.
Diterangkan Pak Yes bahwa, pemberian bantuan ini termasuk respon baik dari pemerintah pusat, karena Lamongan dianggap sebagai lumbung pangan dan berhasil panen di luasan 193 ribu hektare dari luas baku sawah yang hanya 95 hektare, melampaui target luas tambah tanam pemerintah.
“Indeks pertanaman kita ada 2,1 mengalami kenaikan yang cukup drastis dari 1,64. Pada tahun ini kita ditarget untuk luas tambah tanam yang naik sangat signifikan, dari 193.000 naik menjadi 233.384,” kata Pak Yes.
Artinya, kenaikan ini harus terus diupayakan, beberapa langkah yang dilakukan adalah membuat rencana aksi termasuk melalui pemberian bantuan alat-alat pertanian, sarana prasarana pertanian, pemilihan bibit yang baik, termasuk program pemupukan secara serentak, semoga pupuk tersedia dengan lancar tidak ada kendala, juga pemberantasan hama.
Tentu upaya-upaya tersebut, kata Pak Yes, juga dilakukan sebagai bentuk transformasi pertanian Lamongan menjadi pertanian modern, dengan harapan panen masyarakat lebih besar, NTP (niali tukar petani) lebih besar, dan masyarakat semakin banyak memperoleh manfaat.
Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito mengatakan, bahwa bantuan ini tidak diberikan untuk individu melainkan kepada Poktan yang ada di Lamongan. “Bantuan pertanian ini berbasis Poktan, bukan individu,” ucapnya.
Tujuh kelompok tani yang pada kesempatan tersebut menerima secara simbolis bantuan traktor roda crawler (rotavator) ini yakni Poktan Harapan Makmur Dumpiagung Kembangbahu, Tani Mulyo Kanoman Wonokromo Tikung, Sekar Gading III Sekaran, Tani Seger Satu Karangwungu Karanggeneng, Sri Manunggal Lopang Kembangbahu, Sekar Srengenge VI Sungegeneng Sekaran, dan Sumber Tani Dua Sumberbendo Mantup. (*)





