Dikunjungi Kepala Bappenas dan Wamentan, Lamongan Terpacu Produktivitas Padi

  • Bagikan
KERJA KOLABORASI: Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kiri) dan Kepala Bappenas Rahmat Pambudy (kanan) menyerahkan bantuan kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (tengah) untuk menunjang produktivitas pertanian di Lamongan, Sabtu (30/5).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus ad interim Menteri Pertanian Sudaryono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Sabtu (30/5).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan arah kebijakan Presiden Prabowo terkait hilirisasi pertanian, yang mana hal ini dikatakan akan dapat memberikan keuntungan tidak hanya pada pihak yang bekerja di hilir, namun juga para petani padi.

“Ada arahan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi. Jadi, Pak Bupati produksi padi bagus, saya senang sekali bahwa sekarang tanam padinya bikin anakannya bukan di sawah lagi sudah dibaki tray, penanamannya pakai transplanter, pemupukannya pakai drone, pemanenannya pakai combine harvester, nanti panennya diolah melalui pemilihan yang baik, disimpan, didistribusikan melalui koperasi-koperasi kita. Nah dengan demikian, maka hilirisasi bukan hanya menguntungkan yang bekerja di hilir, tapi juga menguntungkan para petani padi,” terang Menteri Pambudy.

Baca juga :   Bupati Yuhronur Beber Prioritas Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Adil dan Merata

Rahmat menambahkan, bahwa Lamongan memiliki kekuatan dalam berbagai sisi yang dianggap menguntungkan, karena tidak hanya unggul dalam bidang pertaniannya, namun juga memiliki hilir (koperasi) yang unggul pula. “Jadi kembali lagi Lamongan ternyata tidak hanya unggul di jagung, unggul di padi, tapi juga unggul nanti dihilirisasinya,” imbuh Rahmat.

Seperti diketahui, meski tidak memiliki luas lahan sawah yang besar, tetapi kabupaten Lamongan mampu menjadi lumbung pangan terbesar di Jawa Timur dan mampu melampaui target luas tambah tanam dari pemerintah pusat pada 2025 lalu.

Karena prestasi gemilangnya tersebut, Wamentan Sudaryono mengatakan, bahwa memang perlu kiranya memperoleh apresiasi, hingga pada kesempatan tersebut Sudaryono memberikan hadiah berupa mesin pertanian Combaine, traktor, serta drone.

Baca juga :   Bupati Yuhronur Pastikan KORPRI Terus Tingkatkan Layanan Publik

Menurutnya, semangat para petani Lamongan perlu menjadi contoh petani di wilayah lain, sehingga cita-cita untuk swasembada pangan dapat segera diwujudkan. Wamentan Sudaryono juga menambahkan bahwa kunci utama dari hasil panen yang melimpah adalah dengan menambah luas tanam.

“Intinya yang kita hasilkan adalah yang kita panen, yang kita panen itu hasil dari yang kita tanam, jadi kunci dari pertanian itu hanya satu untuk supaya panen lebih banyak, maka tanamnya juga harus lebih banyak, tidak ada cara lain,” tukas Sudaryono.

Supaya tanam lebih banyak, kata Sudaryono, maka semua keburuhan dipenuhi, air dipenuhi, pupuk dipenuhi, alat mesin pertanian dan lain-lain dipenuhi, hampir dipastikan, panen juga lebih banyak.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga mengungkapkan bahwa Lamongan terus bertekad untuk memenuhi target luas tambah tanam yang diberikan pemerintah (233 ribu hektare di tahun 2026) dengan memaksimalkan semua potensi dan bantuan sarana prasarana yang telah diberikan.

Baca juga :   Wabup Budi Irawanto Resmi Jadi Ketua Tim Evaluasi KPK Kabupaten Bojonegoro

“Menghadapi perubahan musim tentunya kita juga akan memaksimalkan irigasi yang ada di Kabupaten Lamongan, termasuk memanfaatkan bantuan pompa, dan terus melakukan perbaikan-perbaikan, normalisasi di saluran irigasi yang ada,” kata Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan.

Pak Yes mengatakan, Pemkab lamongan akan terus memperbaiki bibit-bibit dan pola tanam yang lebih baik. Penanaman, pemupukan, penyemprotan hama terus ditransformasikan menggunakan teknologi modern.

Lamongan bisa menjadi lumbung pangan nasional, kata Pak Yes, berkat dukungan semua pihak, terutama petani Lamongan yang getol menanam padi, sehingga  kesejahteraannya makin meningkat. Juga dukungan dan perhatian pemerintah pusat,” ucap Pak Yes. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *