Monitoring Bengawan Jero, Lamongan Jaga Ketersediaan Air untuk MT II

  • Bagikan
SIAGA KEMARAU: Pengerukan sedimentasi beberapa Dam di Lamongan dengan harapan agar ketersediaan air tetap terjaga dan bisa dimaffatkan di musim kemarau seperti sekarang ini.

INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terus memastikan ketersediaan air untuk pertanaman padi musim tanam kedua (MT II) melalui monitoring kondisi jaringan irigasi Bengawan Jero dan Dam Corong, Senin (10/8).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga suplai air di wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero yang masih memasuki masa tanam. Monitoring dilakukan di wilayah Kecamatan Glagah hingga Dam Corong yang berada di perbatasan Lamongan-Gresik.

Hasil pemantauan menunjukkan wilayah hilir Kecamatan Glagah mulai memasuki masa panen, sementara sebagian wilayah hilir Gresik telah selesai panen dan mulai beralih pada aktivitas tambak.

Baca juga :   Bupati Bojonegoro Terima Anugerah Widya Wiyata Dharma Satya dari Unesa

Di sisi lain, kebutuhan air baku Bengawan Jero pada Agustus masih cukup tinggi, khususnya untuk wilayah tengah dan dalam yang masih melakukan pertanaman padi. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Lamongan memperkuat koordinasi lintas wilayah agar ketersediaan air tetap terjaga dan pertanaman MT II dapat berlangsung optimal.

Koordinasi dilakukan bersama Camat Glagah dan Kepala Desa Wedoro untuk mengimbau masyarakat yang telah selesai panen agar menunda aktivitas menaikkan air untuk tambak. Penundaan dilakukan sementara untuk memberikan kesempatan pemenuhan kebutuhan air bagi wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero yang masih membutuhkan suplai irigasi.

Baca juga :   DPRD Lamongan Sahkan Tujuh Raperda Tahun 2025 Menjadi Perda

Pemkab Lamongan juga berkoordinasi dengan petugas pengelola Dam Corong dari Lembaga Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. Saat ini, dua dari lima pintu Dam Corong dibuka sebagai bagian dari pengaturan aliran sekaligus upaya menahan masuknya air asin agar tidak lebih cepat naik ke wilayah hulu.

Koordinasi turut dilakukan dengan UPT Provinsi perwakilan Gresik-Lamongan untuk mengatur operasional pompa tambak di wilayah hilir Gresik secara bergantian. Pengaturan tersebut diharapkan dapat menjaga kestabilan debit air sekaligus mengakomodasi kebutuhan pertanian Lamongan.

Baca juga :   Dukung SDM Berdaya, Menko PMK dan Bupati Lamongan Ajak Dialog Nelayan

Pemkab Lamongan juga berdialog dengan petani di wilayah hilir Dam Corong yang melakukan aktivitas tambak. Petani diminta mengatur penggunaan pompa secara bergantian dengan mempertimbangkan kebutuhan air pertanian Lamongan yang saat ini cukup tinggi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi Pemkab Lamongan dalam menghadapi musim kemarau, sekaligus memastikan kebutuhan air untuk pertanaman padi MT II tetap terpenuhi dan mengantisipasi panjangnya kekeringan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *