Survei Potensi Kekeringan, Irigasi Perpipaan Jadi Alternatif Intervensi

  • Bagikan
BUPATI SIAGA: Mendampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dani Gartina (tengah), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (dua dari kiri) turba di beberapa desa terdampak kekeringan di Kecamatan Sugio, Senin (10/8).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menggelar survei potensi kekeringan pada lahan pertanian sekaligus menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga pertanaman padi pada musim kemarau.

Salah satu intervensi yang disiapkan ialah penguatan irigasi perpompaan dan perpipaan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian. Upaya tersebut terus dijaga agar pengairan di areal persawahan terus mendapat suplai air yang memadai.

Baca juga :   Kunker ke Bojonegoro, Menteri KLH Tinjau TPA Banjarsari dan Ziarah ke Makam Keluarga

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dani Gartina mengecek kesiapan lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan, di Desa Kramat, Lopang, dan Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Senin (10/8).

Dalam peninjauan hingga malam hari tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Dani Gartina menyampaikan salah satu lokasi memiliki rumah pompa,– yang diproyeksikan mampu melayani kebutuhan air hingga sekitar 600 hektare lahan. Untuk mengoptimalkan operasionalnya, masih diperlukan dukungan jaringan serta penyambungan arus kelistrikan resmi dari pemda.

Baca juga :   Sabet Predikat Nindya, Pemkab Lamongan Terus Berinovasi Melalui Sadel Cepak

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan Mugito menjelaskan, pemetaan lahan berpotensi kekeringan masih terus dikompilasi. Sejumlah lahan telah mendapatkan bantuan melalui program bantuan pompa dan irigasi perpipaan, sementara kebutuhan yang belum tertangani akan segera diusulkan untuk mendapatkan intervensi.

Sebelumnya, bantuan pompa dan irigasi perpipaan juga telah dimanfaatkan di Desa Jubel Kidul dan German, Kecamatan Sugio, serta sejumlah wilayah lainnya. Upaya tersebut juga akan dilakukan di beberapa wilayah di Kota Soto.

Baca juga :   Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Gerak Cepat, Salurkan Air Bersih

Upaya tersebut merupakan dukungan akan pemenuhan kebutuhan air, karena ketersediaan air menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *