INDOSatu.co – JAKARTA – PDI Perjuangan akhirnya buka suara, menyikapi tudingan bahwa partai maupun kadernya ikut menggerakkan aksi demo mahasiswa pada Jumat (12/6) lalu. Tudingan keterlibatan partai maupun kader PDI Perjuangan dalam demo mahasiswa jelas tidak memiliki alasan mendasar.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah membantah keras tudingan yang menyebut partainya berada di balik gelombang demonstrasi mahasiswa yang belakangan terjadi di berbagai daerah.
Said mengungkapkan, PDIP tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam aksi-aksi demonstrasi tersebut, baik secara organisasi maupun melalui kader dan anggota partai. Ia menegaskan sikap itu sejalan dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Sekali lagi, saya tegaskan PDI Perjuangan, arahan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri sudah jelas, tidak terlibat dalam berbagai demonstrasi yang terjadi, baik pada aksi-aksi sebelumnya maupun aksi mahasiswa yang berlangsung saat ini,” kata Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).
Pria yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Timur itu menegaskan bahwa, PDIP tidak akan menempuh cara-cara menggerakkan massa untuk menyuarakan kepentingan politik partai. Karena itu, tudingan bahwa PDIP terlibat dalam demo, merupakan tuduhan yang tidak beralasan.
“Jad, kembali saya tegaskan, tidak ada keterlibatan PDI Perjuangan, baik sebagai organisasi, kader maupun anggota partai. Itu bukan cara-cara yang ditempuh oleh PDIP,” ujar politisi asal Madura itu.
Said juga menanggapi spekulasi yang mengaitkan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, dengan kepentingan politik tertentu karena hubungan kekeluargaan dengan kader PDIP, Andika Perkasa.
Menurut Said, anggapan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Hubungan keluarga, kata dia, tidak dapat dijadikan alasan untuk menghubungkan seseorang dengan agenda politik sebuah partai.
“Kalau itu dikait-kaitkan, menurut saya, sangat tidak masuk akal sama sekali,” tukasnya.
Lebih lanjut, Said menegaskan bahwa PDIP menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan secara tertib dan tidak merusak fasilitas umum.
“Saya pastikan dan saya jamin bahwa PDIP tidak akan pernah terlibat dengan cara-cara yang seperti itu. Bahwa bagi PDIP siapapun yang demo, asal tidak merusak, menyuarakan aspirasi, sah-sah saja. Sebatas itu,” kata dia.
Said juga menilai mahasiswa memiliki independensi yang kuat dan tidak mudah diarahkan oleh pihak mana pun. Karena itu, ia menilai asumsi bahwa gerakan mahasiswa dapat dikendalikan oleh partai politik merupakan pandangan yang keliru.
“Tapi mengorganisir, mendekati, supaya orang demo, apalagi mahasiswa nggak bisa diperintah, ya, itu di luar jangkauan kami semua,” tegas Ketua Banggar DPR RI itu. (*)



