INDOSatu.co – JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengonfirmasi pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait dugaan adanya pihak yang mendanai aksi demonstrasi belum lama ini. Pernyataan presiden tersebut, tentu tidak asal tuding, dan memiliki bukti valid.
Dudung mengungkapkan, sebagai kepala negara, presiden memiliki akses terhadap informasi yang akurat dan akan mengambil langkah sesuai kewenangannya. Meski demikian, Dudung mengajak seluruh pihak membangun bangsa dengan pendekatan yang komprehensif.
”Dan saya minta jangan sampai berpandangan negatif terhadap program pemerintah,” kata Dudung kepada wartawan di Jakarta.
Mantan Pangdam Jaya itu menilai, Program MBG telah memberikan manfaat bagi anak-anak, ibu hamil, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta relawan yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Kata Dudung, program itu bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemenuhan gizi, bukan semata-mata untuk kepentingan popularitas. “Tujuan utamanya adalah untuk kesejahteraan rakyat sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia,” katanya.
Menurut Dudung, informasi mengenai dugaan pendanaan aksi tersebut perlu dipastikan lebih lanjut melalui proses hukum. “Saya yakin Bapak Presiden juga mendapat informasi yang akurat. Tinggal kita memastikan langkah-langkah berikutnya secara hukum,” ujarnya.
Sedangkan terkait macetnya komunikasi pihak lain dengan presiden, Dudung menyatakan, bahwa pemerintah terbuka berdialog dengan pihak yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menampung berbagai masukan terkait pelaksanaannya.
Dudung mengatakan, Presiden Prabowo Subianto maupun pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran terhadap program tersebut dengan lapang dada.
“Pemerintah akan terbuka, bahkan Bapak Presiden pun akan membuka setiap ada saran dan masukan. Kapan waktunya, setiap saat saya bisa,” katanya.
Ia menambahkan, layanan pengaduan dan aspirasi yang dikelola KSP juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan masukan mengenai Program MBG. Menurut dia, KSP siap berdialog dengan kelompok masyarakat yang memiliki pandangan berbeda terhadap program tersebut. (*)



